Loading...
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang
Jl. Kolonel Sugiono 266 Malang

Share WA
Workshop Optimalisasi Zero Waste Di MTsN 2 Malang
Editor: Humas01      Rabu, 03 November 2021

Kab. Malang (mtsn2malang) – Dalam rangka mendukung optimalisasi Zero Waste, khususnya di lingkungan MTs Negeri 2 Malang. Hari selasa siang (2/11) MTs Negeri 2 Malang bekerjasama dengan NOL SAMPAH SURABAYA mengadakan workshop dengan tema “Mengapa Kita Mengolah Sampah ?”.

Pelaksanaan yang direncanakan secara outdoor mulai pukul 13.00 wib, bertempat di Taman Flame of Irian, tapi akhirnya berpindah tempat di serambi masjid madrasah (Masjid Bahrul Ulum) dikarenakan hujan turun sangat deras menjelang pelaksanaan, meskipun demikian kegiatan ini tetap berlangsung dengan sukses dan hikmat, tidak mengurangi semangat peserta workshop yang berjumlah 60 orang ini, demikian dituturkan Lilik Maslichah Ketua Program Adiwiyata MTs Negeri 2 Malang.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan siswa, Bapak/ Ibu Dewan Guru dan Karyawan Pembina Pokja Adiwiyata MTs Negeri 2 Malang, beberapa guru pembina sekolah Adiwiyata terdekat serta juga hadir beberapa tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar madrasah.

Acara yang dihadiri oleh Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang dan didukung sepenuhnya oleh NOL SAMPAH SURABAYA ini sangat membuat antusias para peserta workshop dikarenakan materi yang disampaikan begitu menarik, dimulai dengan pemaparan materi oleh Hermawan Some Koordinator Nol Sampah Surabaya. Hermawan memaparkan kondisi sampah di Indonesia yang begitu memprihatinkan yang saat ini kondisinya sudah diambang batas wajar, jumlah timbunan sampah nasional mencapai 184.000 ton per hari dan 14 % nya adalah plastik, pada umumnya berasal dari kantong plastik, sedotan plastik, bekas popok bayi maupun botol minuman kemasan dan lain-lain yang sangat berdampak pada pencemaran lingkungan, timbulnya masalah kesehatan, termakan hewan liar dan ternak dan menjadi penyebab banjir. Perlu diketahui bahwa sebagian besar sampah kita bermuaranya ke laut, dan menurut penelitian Indonesia juara 2 penyumbang sampah plastik terbesar ke laut. Oleh karena itu sudah saatnya Indonesia melakukan diet plastik sekarang juga, demikian seperti yang dituturkan Hermawan Some.

Yang menarik bagi peserta workshop adalah mereka juga diajari praktek membuat pupuk organik dari bahan sampah kulit buah-buahan misalkan nanas dan jeruk yang dicampur dengan tetes tebu, serta beberapa cara pemanfaatan sampah plastik yang dijadikan beberapa bahan kerajinan bermanfaat, misalnya dengan mempraktekkan potongan botol plastik yang dijadukan bros.

Dan pada akhir acara mereka mendapatkan souvenir dari NOL SAMPAH SURABAYA berupa tempat makanan, botol minuman, sedotan minuman stainless dan tas diet plastik dalam rangka kampanye menghindari pemakaian bahan berbahan plastik sekali pakai sebagai upaya menekan produksi sampah plastik di dunia.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran dalam diri peserta workshop akan pentingnya pengelolaan sampah serta berusaha menekan penggunaan bahan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari dan diharapkan para peserta workshop bisa mengkampanyekan pengoptimalan Zero Waste kepada masyarakat yang ada disekitarnya, demikian seperti diamanatkan Sama’i selaku Plt Kepala MTs Negeri 2 Malang kepada peserta workshop ini. (ESA)

 

Copyright (C) 2021 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang




Layanan PTSP


Tulisan Populer